Tampilkan postingan dengan label kalkulus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kalkulus. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Desember 2015

,

Sistem Bilangan Real

Sistem Bilangan Real





Pada bagian ini, pembaca diingatkan kembali pada konsep tentang himpunan.Himpunan adalah sekumpulan obyek/unsur dengan kriteria/syarat tertentu. Unsur-unsur dalam himpunan S disebut anggota (elemen) S. Himpunan yang tidak memiliki anggota disebut himpunan kosong, ditulis dengan notasi {   }.


Jika a merupakan anggota himpunan S, maka  dibaca “a elemen S”. Jika a bukan anggota himpunan S, maka dibaca “a bukan elemen S”.


Pada umumnya, sebarang himpunan dapat dinyatakan dengan 2 cara. Pertama, dengan mendaftar seluruh anggotanya. Sebagai contoh, himpunan A yang terdiri atas unsur-unsur 1,2,3,4,5,6,7,8,9 dapat dinyatakan sebagai:


Cara yang kedua, yaitu dengan menuliskan syarat keanggotaan yang dimiliki oleh seluruh anggota suatu himpunan tetapi tidak dimiliki oleh unsur-unsur yang bukan anggota himpunan tersebut. Apabila himpunan A di atas dinyatakan dengan cara ini, maka dapat ditulis:

Selanjutnya, akan disampaikan beberapa himpunan bilangan yang dipandang cukup penting.














Bilangan rasional adalah bilangan yang merupakan hasil bagi bilangan bulat dan bilangan asli. Himpunan semua bilangan rasional ditulis dengan notasi Q,
















Sedangkan bilangan phi merupakan hasil bagi keliling sebarang lingkaran terhadap diameternya (Gambar 1.1.2).
Continue reading Sistem Bilangan Real
,

Turunan Fungsi Trigonometri

rumus trigonometri berikut ini.
Rumus Jumlah dan Selisih Sudut
Rumus Sudut Rangkap
Rumus Perkalian Sinus dan Kosinus
Rumus Penjumlahan dan Pengurangan Sinus dan Kosinus

Turunan Dua Fungsi Trigonometri Dasar

Fungsi sinus dan kosinus dapat dipandang sebagai dua fungsi dasar dalam trigonometri. Hal ini karena untuk fungsi-fungsi trigonometri lainnya seperti tangen, kotangen, sekan, dan kosekan selalu dapat dituliskan kedalam dua fungsi dasar tersebut. Untuk lebih jelasnya, perhatikan tabel berikut.
Turunan dari fungsi sinus dan kosinus dapat ditentukan dengan memanfaatkan definisi turunan. Setelah kita mendapatkan turunan dari dua fungsi dasar ini, selanjutnya akan lebih mudah untuk menentukan turunan dari fungsi trigonometri lainya.
f (x) akan memiliki turunan yang berupa fungsi f ‘ (x) yang didefinisikan sebagai:
Dengan menggunakan definisi di atas, akan ditentukan turunan dari fungsi sinus dan kosinus.
  • Turunan f (θ) = sin θ
Turunan dari f (θ) = sin θ akan ditentukan dengan menggunakan definisi turunan.
Jadi, turunan dari fungsi f (θ) = sin θ adalah f ‘ (θ) = cos θ.
  • Turunan g (θ) = cos θ
Turunan dari g (θ) = cos θ akan ditentukan dengan menggunakan definisi turunan.
Jadi, turunan dari fungsi g (θ) = cos θ adalah g ‘ (θ) = -sin θ.

Menentukan Turunan Fungsi Trigonometri Lainnya

Turunan dari fungsi trigonometri tangen, kotangen, sekan, dan kosekan dapat ditentukan dengan memanfaatkan hasil turunan dari fungsi sinus dan kosinus.
  • Turunan f (θ) = tan θ
Mula-mula, kita tulis ulang fungsi ini kedalam fungsi dasar trigonometri.
f (θ) = tan θ = sinθcosθ
Misalkan u = sin θ dan v = cos θ, sehingga u ‘ = cos θ dan v ‘ = -sin θ.
Dengan menerapkan aturan turunan fungsi rasional (pecahan), maka diperoleh:
Jadi, turunan dari fungsi f (θ) = tan θ adalah f ‘ (θ) = sec2 θ.
  • Turunan f (θ) = cot θ
Turunan fungsi f (θ) = cot θ ditentukan dengan cara yang sama dengan penentuan turunan fungsi tangen.
f (θ) = cot θ = cosθsinθ
Misalkan u = cos θ dan v = sin θ, sehingga u ‘ = -sin θ dan v ‘ = cos θ.
Dengan menerapkan aturan turunan fungsi rasional (pecahan), maka diperoleh:
Jadi, turunan dari fungsi f (θ) = cot θ adalah f ‘ (θ) = -csc2 θ.
  • Turunan f (θ) = sec θ
Turunan fungsi f (θ) = sec θ ditentukan dengan cara yang sama dengan penentuan turunan fungsi tangen dan kotangen.
f (θ) = sec θ = 1cosθ
Misalkan u = 1 dan v = cos θ, sehingga u ‘ = 0 dan v ‘ = -sin θ.
Dengan menerapkan aturan turunan fungsi rasional (pecahan), maka diperoleh:
Jadi turunan dari fungsi f (θ) = sec θ adalah f (θ) = tan θ . sec θ.
  • Turunan f (θ) = csc θ
f (θ) = csc θ = 1sinθ
Misalkan u = 1 dan v = sin θ, sehingga u ‘ = 0 dan v ‘ = cos θ.
Dengan menerapkan aturan turunan fungsi rasional (pecahan), maka diperoleh:
Jadi, turunan dari fungsi f (θ) = csc θ adalah f ‘ (θ) = -cot θ . csc θ.
Dari uraian di atas, diperoleh turunan fungsi trigonometri dasar adalah sebagai berikut.

Turunan Fungsi Trigonometri dengan Aturan Rantai

Aturan rantai memainkan peranan penting dalam penentuan turunan fungsi, baik pada fungsi aljabar, maupun fungsi trigonometri. Mari kita ingat kembali tentang aturan rantai pada fungsi aljabar.
Aturan rantai
Misalkan y = f (u) dan u = g (x), y memiliki turunan di u dan u memiliki turuan di x, sehingga fungsi komposisi y = (f o g) (x) = f (g (x)) memiliki turunan di x yaitu:
(f o g)’ (x) = f ’ (g (x)). g ’ (x) atau:
dydx=dydu.dudx
Aturan rantai pada fungsi trigonometri diterapkan dengan cara yang sama dengan fungsi aljabar.
Contoh berikut akan menunjukan bagaimana aturan rantai dapat mempermudah kamu dalam menentukan turunan fungsi trigonometri. Mari simak dengan saksama.

Contoh1

Jika y = sin (θ2 + 2θ), tentukanlah y ‘.
Penyelesaian:
Misalkan u = θ2 + 2θ, sehingga y = sin u.
Dengan menentukan turunan u terhadap θ, dan y terhadap u diperoleh:
Dengan menggunakan aturan rantai diperoleh:

Contoh 2

Tentukan turunan pertama dari fungsi f (x) = sin3 3x.
Misalkan v = 3x dan u = sin v, sehingga y = u3.
Dengan menentukan turunan u terhadap xu terhadap v, dan y terhadap u diperoleh:
Dengan menggunakan aturan rantai dperoleh:
Jadi, turunan pertama dari fungsi tersebut adalah y ‘ = 9 sin2 3x cos 3x.
Continue reading Turunan Fungsi Trigonometri
,

Limit Fungsi





1. Definisi dan Pengertian Limit

1.1. Definisi Limit

Berikut adalah definisi limit menurut Austin Louis Cauchy:
Sebuah fungsi f(x) mempunyai clip_image002[8] jika dan hanya jika untuk sembarang bilangan real clip_image002[10] maka terdapat bilangan real clip_image002[12] sedemikian hingga memenuhi:
clip_image002[14] maka clip_image002[16]

1.2. Pengertian Limit

Supaya lebih memahami pengertian limit, berikut disajikan contoh:
Perhatikan fungsi aljabar clip_image002[144]. Agar fungsi f(x) terdefinisi, nilai x dibatasi yaitu x ≠ 1. Jika batas nilai x tersebut didekati, akan diperoleh hasil bahwa nilai fungsi mendekati 3 seperti terlihat pada tabel berikut:
x
0,99
0,999
0,9999
0,99999
1
1,00001
1,0001
1,001
clip_image002[146]
2,9701
2,997001
2997
2,99997
-
3,00003
3,0003
3,003001
Pada kasus seperti di atas dikatakan limit clip_image002[148] untuk x mendekati 1 adalah 3, ditulis: clip_image002[150].
2. Limit Fungsi
clip_image002[18] artinya nilai x mendekati nilai a (tetapi x  a) maka f(x) mendekati nilai L.

2.1. Sifat-Sifat Teorema Limit Fungsi

  1. clip_image002[20]
  2. clip_image002[36]
  3. clip_image002[22]
  4. clip_image002[24]
  5. Jika clip_image002[38] dan clip_image002[40] maka: clip_image002[42]
  6. clip_image002[26]
  7. clip_image002[28]
  8. clip_image002[30], untuk clip_image002[32]
  9. Jika clip_image002[44] maka: clip_image002[46] untuk L ≠ 0
  10. clip_image002[34]

2.2. Menentukan Nilai dari Suatu clip_image002[48]

  1. Jika f(a) = k maka clip_image002[50]
  2. Jika clip_image002[52] maka clip_image002[54]
  3. Jika clip_image002[56] maka clip_image002[58]
  4. Jika clip_image002[60] atau bentuk tertentu clip_image002[62] maka sederhanakan bentuk f(x) sehingga diperoleh bentuk f(a) seperti (1), (2), dan (3).

2.3. Limit Fungsi Tak Terhingga

  1. clip_image002[64]
  2. clip_image002[66] Jika pangkat tertinggi f(x) sama dengan pangkat tertinggi g(x)
  3. clip_image002[68] Jika pangkat tertinggi f(x) lebih kecil dari pangkat tertinggi g(x)
  4. clip_image002[70] Jika pangkat tertinggi f(x) lebih besar dari pangkat tertinggi g(x)
3. Limit Fungsi Aljabar

3.1. Limit Fungsi Aljabar Berhingga

  1. Jika f(a)=C, maka nilai clip_image002[72]
  2. Jika clip_image002[74], maka nilai clip_image002[76]
  3. Jika clip_image002[78], maka nilai clip_image002[82] disederhanakan dulu menjadi bentuk 1, 2, atau 3

3.2. Limit Fungsi Aljabar Tak Terhingga

Menentukan nilai clip_image002[92] atau clip_image002[90]:
  1. Jika n = m maka clip_image002[94]
  2. Jika n > m maka clip_image002[96]
  3. Jka n < m maka clip_image002[98]
4. Limit Fungsi Trigonometri
Untuk menghitung nilai limit fungsi trigonometri digunakan rumus-rumus berikut:
  1. clip_image002[100]
  2. clip_image002[102]
  3. clip_image002[104]
  4. clip_image002[106]
Kemudian, secara umum dapat menggunakan langkah-langkah cepat seperti di bawah ini:
  1. clip_image002[108]
  2. clip_image002[110]
  3. clip_image002[112]
  4. clip_image002[114]
  5. clip_image002[116]
  6. clip_image002[118]
  7. clip_image002[120]
  8. clip_image002[122]
Jika terdapat fungsi cos maka ubahlah ke dalam bentuk sebagai berikut:
  1. cos x diubah menjadi clip_image002[124]
  2. clip_image002[126] diubah menjadi clip_image002[128]
Berikut adalah sifat-sifat teorema limit fungsi geometri lainnya:
  1. clip_image002[130]
  2. clip_image002[132]
  3. clip_image002[134]
  4. clip_image002[136]
  5. clip_image002[138]
  6. clip_image002[140]
  7. clip_image002[142]
5. Kontinuitas
Suatu fungsi kontinu di x = a jika:
  1. f(a) real
  2. clip_image002[154]
  3. clip_image002[156]

kontinuitas
Continue reading Limit Fungsi